Kinerja Perusahaan - rizka

Teknik Industri

Ads Here

18 January 2018

Kinerja Perusahaan



ANALISA PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN 
DENGAN METODE PERFORMANCE PRISM
(Studi Kasus UD. Semoga Bahagia, Luwu Timur)

OLEH:

RIZKA SAFITRA
D22110253

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat ujian
Guna memperoleh gelar Sarjana Teknik
Pada Fakultas Teknik
Universitas Hasanuddin




PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI

JURUSAN MESIN FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2015









ANALISA PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN
 DENGAN METODE PERFORMANCE PRISM

(Studi Kasus UD. Semoga Bahagia, Luwu Timur)


OLEH:



RIZKA SAFITRA
D22110253








PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI

JURUSAN MESINFAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2015





LEMBAR PENGESAHAN

JUDUL TUGAS AKHIR

ANALISA PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN 

DENGAN METODE PERFORMANCE PRISM


NAMA MAHASIWA:

RIZKA SAFITRA

D22110253

Makasasar, 7 Agustus 2015

MENYETUJUI:

     Pembimbing I                                                                                        Pembimbing II



Ir.H. Mulyadi, MT                                                                       Retnari Dian Mudiastuti, ST., M.Si
NIP. 19571231 198703 1 020                                                        NIP. 19750507 200501 2 002


MENGETAHUI:

KETUA JURUSAN MESIN FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN


Ir. H. Baharuddin Mire, MT
NIP. 19550914 198702 1 001




Abstrak


Rizka Safitra (D2210253). Analisa Kinerja Perusahaan dengan Metode Performance prism (Studi Kasus UD. Semoga Bahagia, Luwu Timur) 2015. Dibimbing oleh Retnari Dian Mudiastuti, ST.,M.Si dan Ir. H. Mulyadi, MT

Metode pengukuran kinerja Performance Prism digunakan untuk memperbaiki metode pengukuran kinerja pada UD. Semoga Bahagia. UD. Semoga Bahagia sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri gergajian kayu. Selama ini sistem pengukuran kinerja perusahaan belum merepresentasikan kinerja organisasi secara komprehensif dan integratif karena selama ini pengukuran kinerja berdasarkan sisi keuangan saja tanpa memandang aspek non finansial lainnya.
Perancangan dan pengukuran kinerja dengan metode Performance Prism digunakan karena dapat merefleksikan kebutuhan dan keinginan dari setiap stakeholder yang ada. Pengukuran kinerja tersebut merupakan pengukuran yang terintegrasi, meliputi seluruh aspek perusahaan (stakeholder) antara lain pemilik, konsumen, karyawan, pemerintah, dan masyarakat sekitar yang menyangkut kepuasan stakeholder dan kontribusi stakeholder kepada perusahaan untuk mengidentifikasi 3 faset performance prism yaitu strategi, proses, dan kapabilitas.
Pengukuran kinerja dalam penelitian ini juga didukung metode pembobotan dengan Analytic Hierachy Process (AHP) untuk mengetahui bobot tiap faset dan  setiap key performance indicator (KPI).
Hasil perancangan pengukuran kinerja pada UD. Semoga Bahagia dengan Performance Prism berupa 32 KPI meliputi 7 KPI pada perspektif pemilik7 KPI pada perspektif konsumen, 7 KPI pada perspektif karyawan, 5 KPI pada perspektif pemerintah, dan 6 KPI pada perspektif masyarakat sekitar. Dari hasil perhitungan dengan bantuan AHP diketahui jika performa UD. Semoga Bahagia belum mencapai performa yang diharapkan, hai ini dapat dilihat masih ada 4 KPI yang memiliki bobot paling rendah yaitu pembuatan laporan laba rugi (0.02),tingkat kelayakan prasarana pendistribusian (0.01), pemerintah aktif melakukan pengawasan (0.01), dan menciptakan hubungan yang baik (0.004). Oleh sebab itu diharapkan perusahaan dapat menerapkan usulan yang diberikan penulis.
Kata Kunci : Performance Prism, Key Performance Indicator, Pengukuran kinerja, Stakeholder.





Abstract

Performance Prism performance measurement methods are used to improve performance measurement methods in UD. Semoga Bahagia. UD. Semoga Bahagia a company engaged in the manufacturing of sawn timber. During this time the company's performance measurement system not represent the performance of the organization as a comprehensive and integrated because during the performance measurement is based on the financial side of the course regardless of other non-financial aspects.
The design and performance measurement Performance Prism method is used because it can reflect the needs and desires of each stakeholders. Performance measurement is a measurement that is integrated, covering all aspects of the company (stakeholders), among others, owners, consumers, employees, governments, and local communities regarding stakeholder satisfaction and stakeholder contribution to the company to identify the 3-facet prism performance that strategies, processes, and capabilities.
 Performance measurement in this study was also supported by the weighting method Analytic Hierarchy Process (AHP) to determine the weight of each facet and every key performance indicator (KPI).
The result of design performance measurement in the form of UD. Semoga Bahagia with 32 KPI Performance Prism includes 7 KPI on the owner's perspective, 7 KPI on the consumer's perspective, 7 KPI on employee perspective, 5 KPI on the government's perspective, and 6 KPI on the surrounding community perspective. From the results of calculations with the help of the AHP is unknown if the performance of Gresik has not reached the expected performance, you can see there are 4 KPI that has the lowest weight that is making the statement of income (0.02), the feasibility of distribution infrastructure (0.01), active government oversight (0:01), and create a good relationship (0.004). Therefore the company is expected to implement the proposals given author.

 KeywordsPerformance Prism, Key Performance Indicators, Performance Measurement, Stakeholder.
Post a Comment